Togel TerpercayaTogel Terpercaya
KEUANGANNEWS

Market Update Internasional Selasa, 02/10/2018

Istana Cerita – PMI Manufaktur ISM AS turun ke angka 59.8 pada bulan September 2018, dari sebelumnya di 61.3 pada bulan Agustus. Angka pada bulan September tersebut di bawah ekspektasi penurunan ke angka 60.1. Para pengusaha manufaktur saat ini mengkhawatirkan aktivitas yang berhubungan dengan bea impor AS karena dampaknya yang sulit diperkirakan.

Sebuah perjanjian antara Amerika Serikat dan Kanada untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan bebas trilateral NAFTA, bersama Meksiko, mendorong gairah pasar saham global, dolar Kanada, dan harga minyak pada hari Senin (1/10).

USMCA (AS-Mexico-Canada) bertujuan membawa lebih banyak pekerjaan ke Amerika Serikat, dengan Kanada dan Meksiko menerima perdagangan yang lebih ketat dengan Amerika Serikat, mitra ekspor utama mereka.

Kesepakatan ini juga secara efektif mempertahankan sektor otomotif seperti sekarang dan sebagian besar memberi Kanada dan Meksiko prospek tarif AS pada kendaraan mereka, meskipun itu akan membuat lebih sulit bagi pembuat mobil global untuk membangun mobil murah di Meksiko.

Poundsterling menguat di sesi perdagangan Senin (01/Okt) malam, menanggapi laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa pemerintah Inggris sedang mengajukan permohonan kompromi untuk polemik perbatasan Irlandia. Hal ini dianggap positif untuk kemajuan negosiasi Brexit.

Bloomberg melaporkan bahwa PM Inggris Theresa May berencana untuk membuat kesepakatan Brexit baru dengan Uni Eropa, negara yang sedang terlilit masalah Brexit tersebut akan menggunakan jalan kompromi untuk mencapai kesepakatan masalah perbatasan dengan Irlandia.

Sebelumnya, Uni Eropa telah mengajukan permohonan ke Inggris bahwa saat Brexit resmi nanti, Irlandia Utara tetap diizinkan untuk berdagang dengan Irlandia tanpa harus melalui pemeriksaan penuh terlebih dahulu. Namun saat itu, May menolak dengan alasan bahwa hal ini akan memecah belah Inggris.

Pound juga telah menguat karena apiknya data manufaktur Inggris. PMI Manufaktur Inggris naik ke level 53.8 di bulan September 2018, melebihi ekspektasi kenaikan ke 52.5.

Rupiah masih bergerak sideways di awal pekan ini. Senin (1/10), rupiah di pasar spot melemah tipis 0,05% menjadi Rp 14.910 per dollar Amerika Serikat (AS)

rilis indeks harga konsumen (IHK) bulan September 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang deflasi 0,18% belum mampu membuat rupiah unggul jauh.

rupiah masih berpeluang menguat setelah BI turut mengerek suku bunga atau BI 7 Day Repo Rate (BI-7DRR) pada pekan lalu. Kini di pasar obligasi, investor asing sudah mulai kembali masuk dan ini bisa menguatkan rupiah.

EUR/USD, pergerakan EUR kemarin ditutup pada level 1.1579, melemah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 1.1609. Strategi harian sell di 1.1600 dan buy di 1.1550.

AUD/USD, kemarin AUD ditutup pada level 0.7228, bergerak menguat dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 0.7224. Strategi harian buy di 0.7200 dan sell di 0.7250.

USD/JPY, kemarin JPY ditutup pada level 113.95, melemah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 113.80. Strategi harian sell USD/JPY di 114.20 dan buy di level 113.70.

Pergerakan IDR kemarin ditutup pada level 14.910. Rupiah kemarin bergerak pada range level 14895-14911. Hari ini Rupiah diprediksikan bergerak pada kisaran level 14860-14960.

Indikasi kurs TT
USD/IDR 14934 / 14961
EUR/IDR 17274 / 17313
AUD/IDR 10789 / 10820
GBP/IDR 19459 / 19503
NZD/IDR 9859 / 9885
JPY/IDR 130.97 / 131.29
SGD/IDR 10869 / 10898
HKD/IDR 1903 / 1912
CNY/IDR 2165 / 2174
EUR/USD 1.1572 / 1.1582
AUD/USD 0.7227 / 0.7239
GBP/USD 1.3036 / 1.3047
NZD/USD 0.6604 / 0.6614
USD/JPY 113.87 / 113.97
USD/SGD 1.3719 / 1.3730
USD/CNY 6.8827 / 6.8907

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close