Togel TerpercayaTogel Terpercaya
KEUANGANNEWS

Market Update Internasional Rabu, 17/10/2018

Istana Cerita РEuro jatuh ke level rendah enam minggu di sesi perdagangan Selasa (02/Okt), sehubungan dengan perkembangan masalah Italia. Salah seorang tokoh partai besar di negara tersebut menyinggung masalah mata uang, sehingga para investor menjual Euro mereka. Namun demikian, memasuki sesi Amerika, penurunan Euro mulai terbatas.

Salah seorang figur partai besar di Italia, Claudio Borghi, dikabarkan mengatakan bahwa segala masalah yang sedang diemban Italia sekarang akan terselesaikan jika Italia kembali mengadopsi mata uang nasional Italia sendiri. Masalah anggaran Italia membuat pasar kini menjadi sangat sensitif terhadap isu-isu yang muncul dari negara tersebut. Akibatnya, komentar itu segera memicu aksi sell-off Euro.

PM Italia Giuseppe Conte berusaha menetralisasi komentar Borghi dengan mengatakan bahwa pendapatnya sulit diwujudkan karena Euro sudah “sangat mengikat”.Pernyataan tersebut mampu membuat mata uang Euro memangkas pelemahannya di sesi New York.

Indeks PMI Konstruksi Inggris versi Markit/CIPS turun ke level 52.1 pada bulan September, dari 52.9 di bulan Agustus. Penurunan tersebut juga di bawah ekspektasi 52.8. Data ini menunjukan bawah ada perlambatan ekspansi dalam sektor konstruksi Inggris dalam enam bulan terakhir. Pekerjaan Umum menjadi sub sektor berperforma terburuk, dengan aktivitas yang merosot tajam di bulan September.

RBA kembali mempertahankan suku bunga di level 1.50%. Keputusan bank sentral Australia ini menandai suku bunga yang tidak berubah selama 25 bulan berturut-turut. Para pelaku pasar sudah memperkirakan keputusan ini, sementara para analis bahkan memproyeksi Rate akan dipertahankan sampai tahun 2020.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa ekonomi Australia menikmati pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mencatat bahwa kebijakan perdagangan AS telah menciptakan ketidakpastian untuk Outlook global.

Tekanan eksternal membuat rupiah tak bertenaga. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,89% ke level terendahnya di Rp 15.050 per dollar Amerika Serikat (AS).

dua sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pertama, kenaikan indeks dollar AS akibat kenaikan suku bunga the fed dan Kedua, melonjaknya harga minyak dunia yang telah mencapai tiga kali lipat dari level harga di tahun 2016. kenaikan harga minyak memberi tekanan pada kurs rupiah. Karena sebagai negara pengimpor minyak, hal ini dapat membuat defisit transaksi berjalan kembali melebar.

EUR/USD, pergerakan EUR kemarin ditutup pada level 1.1551, melemah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 1.1579. Strategi harian sell di 1.1580 dan buy di 1.1530.

AUD/USD, kemarin AUD ditutup pada level 0.7187, bergerak melemah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 0.7228. Strategi harian sell di 0.7220 dan buy di 0.7160.

USD/JPY, kemarin JPY ditutup pada level 113.56, menguat dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 113.95. Strategi harian sell USD/JPY di 113.85 dan buy di level 113.30.

Pergerakan IDR kemarin ditutup pada level 15.047,50. Rupiah kemarin bergerak pada range level 14945-15050. Hari ini Rupiah diprediksikan bergerak pada kisaran level 15000-15100.

www.istanacerita.comIndikasi kurs TT
USD/IDR 15054 / 15076
EUR/IDR 17373 / 17408
AUD/IDR 10801 / 10827
GBP/IDR 19533 / 19571
NZD/IDR 9895 / 9920
JPY/IDR 132.48 / 132.76
SGD/IDR 10953 / 10978
HKD/IDR 1918 / 1926
CNY/IDR 2183 / 2192
EUR/USD 1.1538 / 1.1549
AUD/USD 0.7173 / 0.7184
GBP/USD 1.2973 / 1.2984
NZD/USD 0.6571 / 0.6582
USD/JPY 113.54 / 113.65
USD/SGD 1.3733 / 1.3744
USD/CNY 6.8819 / 6.8899

Baca Juga :

Market Update Internasional Jumat, 07/09/2018

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close