Togel TerpercayaTogel Terpercaya
KEUANGAN

Markets Update Internasional 22 Januari 2019

Berita Pasar Modal, Reksadana, Rekomendasi Saham

Istana Cerita – Departemen Statistik China pada hari Senin (21/1) merilis data GDP (YoY) untuk kuartal keempat 2018, yang dilaporkan tumbuh sebesar 6.4 persen YoY, sesuai dengan ekspektasi ekonom sebelumnya. Hasil tersebut lebih lemah dibandingkan pertumbuhan 6.5 persen YoY pada kuartal sebelumnya. Sedangkan dalam basis kuartalan, GDP China tumbuh sebesar 1.5 persen, turun dari angka 1.6 persen yang tercapai di kuatal ketiga 2018.

Rilis data GDP China di kuartal keempat tahun lalu tercatat sebagai yang paling lambat sejak krisis keuangan global. Hal ini ditengarai terjadi berkat melemahnya permintaan domestik dan global, serta konflik perdagangan AS-China yang turut memperburuk momentum ekonomi.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia untuk saat ini, China sedang menghadapi risiko perlambatan jangka panjang setelah terjadi pergeseran momentum pertumbuhan di masa lalu, yang membawa beban hutang besar. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh sengketa perdagangan dengan AS sejak tahun lalu, menyeret ekonomi China yang terus melambat dalam dua tahun terakhir.

Dalam World Economic Outlook Update yang dirilis Senin (21/1/2019),IMF memproyeksikan ekonomi global akan tumbuh 3,5% di 2019 dan 3,6% di 2020. Angka tersebut turun masing-masing 0,2 dan 0,1 poin persentase dari perkiraan yang disampaikan di Oktober lalu.
Meski begitu, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan untuk AS dan China yang setahun belakangan terbelit sengketa perdagangan yang turut mengguncang perekonomian global.

Dalam proyeksi terbarunya, IMF menyebut AS akan tumbuh 2,5% tahun ini dan 1,8% di 2020 saat dampak stimulus fiskal mulai memudar dan ketika suku bunga acuan secara temporer berada di atas suku bunga netral.

“Namun, laju yang diproyeksikan tersebut masih berada di atas besaran perkiraan potensi pertumbuhan ekonomi AS untuk kedua tahun ini,” tulis IMF.

“Kuatnya pertumbuhan permintaan dalam negeri akan mendukung kenaikan impor dan berkontribusi pada melebarnya defisit transaksi berjalan AS,” tambahnya.

IMF juga tidak mengubah proyeksi pertumbuhan China di 6,2% untuk tahun ini dan 2020 namun memperingatkan bahwa kegiatan ekonomi akan meleset dari perkiraan bila perang dagang berlanjut.

EUR/USD, pergerakan EUR kemarin ditutup pada level 1.1367, menguat tipis dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 1.1363. Strategi harian buy di 1.1350 dan sell di 1.1400.

AUD/USD, kemarin AUD ditutup pada level 0.7158, bergerak melemah dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 0.7168. Strategi harian sell di 0.7180 dan buy di 0.7130.

USD/JPY, kemarin JPY ditutup pada level 109.68, menguat dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup pada level 109.78. Strategi harian sell USD/JPY di 109.80 dan buy di level 109.30.

Pergerakan IDR kemarin ditutup pada level 14.222,50. Rupiah kemarin bergerak pada range level 14.180-14.235. Hari ini Rupiah diprediksikan bergerak pada kisaran level 14.120-14.270.

Bank Sinarmas indikasi kurs TT

USD/IDR 14205 / 14245
EUR/IDR 16135 / 16179
AUD/IDR 10151 / 10182
GBP/IDR 18295 / 18343
NZD/IDR 9543 / 9573
JPY/IDR 129.53 / 129.90
SGD/IDR 10442 / 10474
HKD/IDR 1807 / 1817
CNY/IDR 2088 / 2097
EUR/USD 1.1361 / 1.1371
AUD/USD 0.7147 / 0.7157
GBP/USD 1.2882 / 1.2892
NZD/USD 0.6719 / 0.6729
USD/JPY 109.53 / 109.64
USD/SGD 1.3587 / 1.3598
USD/CNY 6.7994 / 6.8074

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close